Tips

MUSLIMAH CANTIK, CERDAS DAN SHOLEHAH

Semakin lama perkembangan dakwah dan kebutuhan akan dakwah semakin besar. Seperti jamur, dimana-mana tumbuh perkumpulan pengajian.

Moralitas di negeri ini tidak bisa bukan merupakan kewajiban bersama. Orang-orang yang sering ke pengajian baik yang muda-muda, Ibu-ibu atau Bapak-bapak lebih banyak yang mana dibanding dengan yang senang hura-hura? 
Kepedulian pada sesama dan tidak sibuk sendiri dalam beribadah memang penting dilakukan. Terbayang, bahwa di dunia ini semuanya harus seimbang, Hablumminallah dan Habluminannas. 

Akan terasa lebih indah bila generasi Islam semakin aktif dalam arti semakin hari semakin banyak muslim yang ingin dekat kepada agama-Nya. Kita tahu penduduk di Indonesia mayoritas muslim. Berapa persen juga yang benar-benar dan ingin belajar melaksanakan Sunnah Rasul? 

Berkepribadian Muslim berarti memiliki Aqidah yang lurus, beribadah dengan benar, memiliki akhlak yang kokoh,  memiliki kekuatan jasmani, Intelek dalam berpikir, berjuang melawan hawa nafsu, pandai menjaga waktu, teratur dalam suatu urusan, memiliki kemampuan usaha sendiri atau yang juga disebut dengan mandiri, dan bermanfaat untuk orang lain. 

Peran seorang muslimah di sekolah, di perguruan tinggi, sebagai kakak, sebagai anak ataukah sebagai orang tua sekalipun, dimana-mana mesti menjaga izzahnya. Perannya dimanapun sebaiknya memberikan gambaran bahwa menjadi seorang muslimah adalah pilihan yang tak bisa ditawar lagi. 

Amat miris bila di negeri ini sebagian muslimah ada yang menanggalkan keislamannya, melupakan fitrahnya sebagai muslimah. Atas beberapa alasan (baca: DUNIA). Padahal pada fitrahnya, Islam mengemas muslimah pun dapat mempunyai banyak inspirasi dan tidak bertentangan dengan Islam. Saya menemukan kata-kata yang bagus, bahwa Pahlawan yang didambakan bukan saja pahlawan yang membebaskan umat dari krisis besar atau pahlawan di medan peperangan gawat, tapi jauh lebih luas lagi bentangannya, mereka adalah pahlawan pemikiran, pendidikan, keilmuan, pebisnis, kesenian, dan kebudayaan. Yaitu para pahlawan peradaban. 

Saat ini, tak sedikit muslimah yang dapat berdakwah lewat ceramah mengisi berbagai kajian, berdakwah saat profesi-nya sebagai pebisnis muslimah, berdakwah lewat musik nasyid atau qasidah. Ataupun dalam berbudaya mengenakan pakaian yang menutup aurat dan tidak transparan. 

Namun di balik itu semua, ada juga yang tidak lebur dengan zaman posmodernisme ini. Orang-orang FPI contohnya, mereka tidak hanya di permukaan saja, namun juga mendalam. Mereka memegang kebenaran tertinggi. Mereka mengatakan ini benar, ini salah, dan mereka teguh pendirian dengan itu. Orang yang teguh pada agama biasanya tidak akan tergerus dengan zaman posmodernisme ini.

Salah satu ciri dari Posmodernisme yaitu tidak mendalam, dan hanya dalam permukaan saja. Pembicara saat itu menyebut Changcuters gaya dan musiknya saja yang nge-rock n roll. Tapi syairnya sama saja seperti band lain. Padahal dulu, rock n roll itu sudah mendarah daging. Dari mulai gaya sampai ke jiwanya itu rock n roll juga. 

Lalu juga dengan gaya rambut, misal gaya rambut Mowhack, orang dulu itu gaya rambutnya seperti itu ada filosofisnya, kalau sekarang kan hanya sekadar GAYA-GAYAAN saja. 

Mar’atus sholihah (wanita sholehah) dalam perjalanan hidupnya pun harus bisa mengontrol diri, semisal nafsu diri, pikiran negatif, dan sebagainya. Insya Allah obatnya adalah diri kita sendiri yang membentenginya dengan keimanan dan ketakwaan. Sampah pikiran dan fisik, juga sampah berupa dosa-dosa dapat diperbaiki dengan senantiasa membersihkan diri. 

Solusinya ada pada kita pula, para Muslimah, mengajak teman-teman muslimah yang muda untuk bersama-sama menapaki jalan yang indah menuju surga-Nya, bukannya tidak peduli satu sama lain. 

Terbayang kalau kita mengabaikan hal ini, bisa jadi beberapa tahun ke depan sudah banyak orang tua (teman-teman kita saat ini) mungkin tidak malu untuk buka-bukaan. 

Muslimah yang utuh ialah yang dalam sikap, tutur kata yang baik, penampilan yang sesuai, asupan makanan dijaga dan menjaga izzah terhadap lawan jenisnya. 

Ada pesan masuk. Mungkin aku tak selembut Khadijah, pula tak secerdas Aisyah, pula tak sekuat Siti Hajar, pula tak sedermawan Siti Zainab, pula tak setaat Siti Rabbiah, pula tak seanggun Fatimah, tapi aku hanya seorang akhwat yang berusaha menjadi muslimah sejati. Ingatkan aku ukhti jika langkahku salah, tegur aku jika keseombongan bersamaku. Marahiku jika ku tak tegas dalam aqidahku. Maafkan dengan segala ketidaksabaranku ukhti. Riang tawa dan ilmu adalah penghibur segalanya. Terimakasih. Mohon doa dari semua ukhti.

Tinggalkan Balasan