adab berpakaian laki-laki
News

Sudah Tahu Tata Cara Berpakaian Lelaki Dalam Islam?

lovelyajmi.com – Ketika kehidupan saat ini telah dilengkapi oleh beraneka teknologi yang canggih dan ketika kaidah tidak begitu dihiraukan lagi. Itulah saat dimana telah terjadi revolusi terhadap watak umat manusia. Yang mana yang baik dianggap kolot dan kuno dan yang jelek dianggap sebagai trend dan keren.

Selama ini sering kali kita diingatkan mengenai masalah adab berpakaian wanita. Hal ini dikarenakan bahwa aurat wanita lebih banyak dibandingkan dengan laki-laki, dan wanita cenderung selalu ingin terlihat cantik dengan berbagai fashion item.

Meskipun begitu, kaum laki-laki pun juga harusnya mulai memperhatikan tata cara berpakaian yang selama ini terkesan cuek dan seadanya.

cara berpakaian muslim

Sejatinya, pakaian merupakan penutup tubuh yang memberikan proteksi diri dari bahaya asusila, memberikan perlindungan dari sengatan matahari dan terpaan hujan, sebagai identitas dan harga diri seseorang, serta menjadi suatu kebutuhan untuk mengungkapkan rasa malu seseorang.

Dalam Islam, sebenarnya masalah pakaian laki-laki pun seringkali dibahas. Mengenai masalah ini, masih banyak yang tidak mengetahuinya, dikarenakan pakaian laki-laki dianggap lebih simpel dibandingkan dengan pakaian wanita.

Berikut ini adalah tata cara umum dalam berpakaian bagi seorang laki-laki dalam Islam.

Menutup Aurat

Dalam Islam, aurat seorang laki-laki dimulai dari pusar hingga lutut. Sama halnya dengan wanita, laki-laki pun wajib menutup auratnya dengan pakaian longgar sehingga tidak membentuk lekukan-lekukannya.

Allah Ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an surat Al-A’raf ayat 26 :

يَا بَنِي آدَمَ قَدْ أَنْزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاسًا يُوَارِي سَوْآتِكُمْ

“Wahai anak cucu Adam! Sesungguhnya Kami telah menyediakan pakaian untuk menutup aurat.”

Tidak Menyerupai Pakaian Wanita

Imam Al-Bukhari meriwayatkan dalam kitab shahihnya :

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: لَعَنَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمُتَشَبِّهِينَ مِنَ الرِّجَالِ بِالنِّسَاءِ وَالْمُتَشَبِّهَاتِ مِنَ النِّسَاءِ بِالرِّجَالِ

Dari Ibnu Abbas radhiallahu anhu, dia berkata, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam melaknat kaum pria yang menyerupai kaum wanita dan kaum wanita yang menyerupai kaum pria.” (HR. al-Bukhari)

Tidak Menyerupai Pakaian Khas Non-Muslim

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ قَالَ: رَأَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَىَّ ثَوْبَيْنِ مُعَصْفَرَيْنِ فَقَالَ « إِنَّ هَذِهِ مِنْ ثِيَابِ الْكُفَّارِ فَلاَ تَلْبَسْهَا »

Dari Abdullah bin Amr berkata: Rasulallah shallallahu alaihi wasallam meihatku mengenakan dua kain berwarna merah (karena dicelup dengan tanaman usfur) lalu beliau shallallahu alaihi wasallam bersabda,’Sesungguhnya itu adalah pakaian orang-orang kafir maka janganlah engkau kenakan.” (HR. Muslim)

Memperhatikan Soal Isbal

Isbal merupakan istilah untuk pakaian yang memiliki panjang dibawah mata kaki hingga menyentuh tanah. Dahulu, laki-laki yang memiliki harta dan jabatan tinggi memanjangkan pakaiannya untuk menyombongkan diri. Inilah yang dilarang oleh Islam.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: مَا أَسْفَلَ مِنْ الْكَعْبَيْنِ مِنْ الْإِزَارِ فَفِي النَّار

Dari Abu Hurairoh radhiallahu anhu dari Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Sesuatu yang berada di bawah mata kaki dari pakaian (sarung) adalah di dalam Neraka”(HR. al-Bukhori)

Dari hadist diatas sudah menjelaskan larangan isbal secara umum, baik yang melakukannya karena sombong atau tidak. Dengan begitu untuk para laki-laki, celana, sarung atau pakaian lainnya tidak dipebolehkan melebihi mata kaki.

عَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ : لاَيَنْظُرُ اللَّهُ إِلَى مَنْ جَرَّ ثَوْبَهُ خُيَلاَءَ.

Dari Abdullah bin Umar radhiallahu anhuma bahwasanya Rasulallah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,Allah tidak akan melihat (pada hari kiamat) orang yang melabuhkan pakaiannya karena sombong.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Rasulullah shallallahu Alaihi wa sallam sendiri mengenakan sarung hingga betisnya. Hal ini sesuai dengan riwayat Ahmad sebagai berikut :

Dari Abu Sa’id berkata: Saya telah mendengar Rasulallah shallallahu alaihi wasallabersabda, “Kainnya seorang mu’min adalah sampai kedua betisnya, tidak mengapa antara betis dengan dua mata kaki.” (HR. Ahmad dengan sanad shahih)

Nah, itulah beberapa tata cara aturan umum mengenai pakaian laki-laki dalam Islam yang perlu diketahui.

Tinggalkan Balasan